ADS

October 19, 2014

SEKOLAH DOLAN


Assalamu'alaikum dan selamat malam sobat BLOGGER. Bertemu lagi dengan saya :D . Bagaimana kabar kalian malam ini? Semoga sehat Wal'afiat yaa ^_^

Malam ini saya akan share tugas kuliah saya di UNESA dalam mata kuliah Pendidikan Masyarakat, yaitu Laporan Kunjungan Lapangan tentang SEKOLAH DOLAN. Berikut laporannya ;)


  • SEJARAH SEKOLAH DOLAN

Pada saat keluarga Hs (Home Schooling) di Malang berkumpul sekitar akhir tahun 2006, saat itu para pendiri SEKOLAH DOLAN dipertemukan dari salah media Radio di kota mereka, maka berkumpullah Ibu Anis, Ibu Tika (yang sudah mulai aktif di asahpena) Ibu Shanty dan Lukman (hs tunggal) beberapa kali mereka mengadakan pertemuan hingga pada bulan Februari 2007 ada kurang lebih 10 orang, dan dihadiri oleh Eyang Yuwono (Eyangnya yg anaknya juga HS) tercetus untuk membentuk kumpulan HS di Kota Malang. Dan tercetus nama klub DOLAN tepatnya tanggal 23 Februari 2007.

Dari berjalannya waktu  untuk kelangsungan klub tersebut sendiri maka diupayakan Asahpena Malang Raya dibentuk. Maka mulailah mereka melakukan beberapa kontak dengan Asahpena di Jakarta. Dan Alhamdulillah setelah cukup lama pada tanggal 11 bulan Januari tahun 2008 DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) Asahpena Malang Raya dilantik oleh Kak Seto Mulyadi.

Namun setelah Asahpena dibentuk dan karena kesibukan masing-masing anggota komunitas akhirnya klub Dolan menjadi Sekolah Dolan dan berjalan menjadi sekolah alternatif yang di kawal terus oleh Lukman Hakim yg anaknya tetap konsisten melakukan Hs sejak tahun 2006.


  • TENTANG SEKOLAH DOLAN

Awalnya dibentuk untuk melayani kebutuhan pendampingan anak-anak yang gak nyaman di sekolah karena banyak hal, atau ingin lulus karena merasa bisa melakukan percepatan dalam belajarnya (program akselerasi), anak berbakat khusus dll.

Kegiatan mereka ada bertujuan memperoleh ijazah Nasional [dari jalur kesetaraan Paket A (SD) Paket B (SMP) dan Paket C (SMA)].
Adapun pendampingan bisa dengan cara :
A. Community Visit ( kunjungan Ke Sekolah Dolan )
B. Home Visit ( pendampingan di Rumah )
C. Distance Learning ( Jarak Jauh pendampingan Orang Tua/ Tutor dgn panduan kesepakatan kegiatan dari komunitas )

Semua kegiatan adalah hasil kesepakatan dengan orang Tua dan mereka juga membantu dalam menyususun PROGRAM INDIVIDU masing-masing mitra SEKOLAH DOLAN.

  • BAGAIMANA ANAK - ANAK BELAJAR?

Kegiatan anak Sekolah Dolan itu ada 3 cara, yaitu:
Home Visit
Community Visit
Distance Learning

Pilihan terbanyak hampir 75% adalah Home Visit, yaitu dimana anak-anak didampingi dalam melakukan kegiatan belajarnya di rumah. Kemudian ada sekitar 18% memilih Community Visit, dan sisanya adalah yang memilih Distance Visit dari luar kota dan keluarga Indonesia yang di luar negeri. Kegiatan mereka dirancang bersama oleh orang tua dan Sekolah Dolan sebagai mitra mereka.

Media Internet menjadi hal yang penting dalam penyampaian informasi dan materi yang harus dipelajari hingga ujian online.
Hingga saat ini ada ratusan alumni Sekolah Dolan yang sudah kuliah di PTN, PTS dan beberapa perguruan tinggi di luar negeri.
Sekolah Dolan juga memiliki mitra yang mereka tangani merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).

  • MITRA LEMBAGA

Sekolah Dolan juga memiliki mitra lembaga, mitra Media sebagai partner mereka dalam melakukan kegiatan sosialisasi atau kegiatan pengembangan diri. Lebih dari 50 episode talkshow di ATV, Malang TV, JTV, dan Metro TV sudah mereka lakukan, hampir 3 tahun mereka juga membina salah satu program anak di radio terkenal di Malang, dan kampiun menjadi acara tetap di Anak-anak dan Guru PAUD di setiap event Islamic Book Fair.

Mengapa penting bagi mereka memiliki mitra seperti ini? Karena dengan begitu mereka (khususnya anak-anak) bisa banyak belajar serta silaturahim dan bisa berbagi wawasan, ilmu dan hal-hal yang mungkin bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kita.

Kemitraan dengan lembaga PAUD, TK, TBM dll selalu mereka jalin, selain menjadi ajang untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi, penting juga bersinergi untuk menjadi besar dan bermanfaat bersama.

  • PENTINGNYA ASOSIASI

Memiliki kepentingan untuk bisa diperhatikan oleh pemerintah adalah hal yang penting, namun tentunya juga bukan hal yang mudah, maka penting bagi kita memiliki suaara bersama dan untuk itu dibentuklah Asosiasi bagi pelaku dan mitra dalam Hs atau penyelenggara sekolah alternatif. ASAHPENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif) sejak berdiri memang mengalami pasang surut di dalam organisasinya. Namun, Figur Kak Seto yang memang kuat di kalangan pemerintahan masih menjadi penting untuk bisa menyuarakan hak-hak anak dalam belajar.

Konsistensi beberapa komunitas seperti Pelangi, Sekolah Dolan, HSKS dan Primagama untuk terus memperjuangkan perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Alhamdulillah saat sekarang masih bisa kita nikmati.

Beberapa pengurus Asahpena Pusat dan daerah seperti P Budi Trikoriyanto, Bu Erlina, Mas Arief Handono, dan Sekolah Dolan sendiri yang sejak tahun 2008 konsisten untuk diskusi dan silaturahim ke beberapa pejabat terkait sehingga banyak kebijakan yang bisa kita dapat. Kepercayaan BSNP untuk mengajak pengurus Asahpena untuk mempuat peraturan dalam penyelenggaraan standar pelaksanaan pendidikan juga merupakan suatu hal yang tidak mungkin terjadi bila Sekolah Dolan tidak sering silaturahim dan memperjuangkannya.


  • FOTO KEGIATAN KUNJUNGAN LAPANGAN DI SEKOLAH DOLAN


No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates